Sunday, September 25, 2016

Berdamai Dengan Diri Anda Sendiri

Pernahkah Anda mengalami suatu masa dalam hidup dan kehidupan Anda dimana Anda merasa semuanya tidaklah seperti yang Anda harapkan atau Anda impikan? Semua terasa kabur dan Anda tidak tahu kemana harus melangkahkan kaki Anda...

Jika mungkin Anda tengah mengalaminya, Anda pasti tahu rasanya ya. Mungkin Anda merasa ada banyak hal yang harus dibereskan, semuanya penting dan harus segera, sementara waktu sangat terbatas, tidak ada bantuan yang bisa diandalkan, dan masalah terus datang silih berganti seolah tiada hentinya menimbun Anda...

Hingga sampai pada suatu taraf dimana sudah tidak tahu harus berbuat apa... rasanya ingin keluar dan lari dari semua itu, namun hal itupun tidak memungkinkan...

Lalu bagaimana seharusnya kita bersikap?
Apa yang harus dilakukan?

Sahabat, Anda pasti tahu bahwa lari, bersembunyi dan menjauh bukanlah penyelesaian atas semua masalah Anda. Menyerah bukanlah jalan yang seharusnya ditempuh, Anda perlu menghadapi semuanya...

Saya teringat sebuah quote yang rasanya sesuai untuk menggambarkan apa yang saya tulis diatas, yaitu: 'You didn't come this far to only come this far' ( Anda tidaklah sampai sejauh ini untuk hanya berhenti disini)...



Sembari membaca quote ini, mulai menyadari bahwa diperlukan ketegaran dan niat untuk tetap bertahan, berani menghadapi setiap masalah dengan iman dan harapan dengan keyakinan bahwa 'Tidak ada masalah yang melebihi kekuatan kita' dan yakinlah bahwa 'Semuanya indah pada waktunya'...

Namun diluar itu semua, semua yang terjadi dalam hidup dan kehidupan Anda tentunya bukanlah suatu kebetulan, perlu mulai introspeksi diri, tanyakan diri Anda 'Apakah ada bagian dalam diri Anda yang bertanggung jawab atau menyebabkan semua ini terjadi dan apa pesan/ hikmat yang hendak disampaikan untuk Anda pelajari?'.

Setelah temukan itu semua, kemudian memang perlu berdamai dengan diri Anda sendiri agar dapat kembali pada keadaan dimana Anda seharusnya berada...

www.facebook.com/stefan.rony 

Saturday, September 24, 2016

Menyambangi Ulang Kehidupan

Sahabat, tahukah Anda, hidup dan kehidupan tidaklah selalu seperti apa yang Anda inginkan...

Saat Anda merasakan hal tersebut, itulah waktunya dimana Anda perlu menyambangi ulang hidup dan kehidupan Anda...


Renungkan kembali apa yang berubah dari hidup Anda akhir-akhir ini... apa yang Anda lakukan berbeda dari sebelumnya... tujuan dari perubahan tersebut dan bagaimana Anda menyikapi setiap perubahan tersebut?

Kehidupan tentunya tidaklah statis,.. kita perlu untuk terus berubah mengikuti perkembangan jaman, namun kita tetap perlu terus menganalisa dan menilai apakah adaptasi kita terhadap perubahan tersebut membawa hal yang baik bagus kita atau justru sebaliknya?

Anda perlu peka terhadap perasaan Anda sendiri, dengarkan suara hati Anda, inilah suara paling murni yang tidak akan menyesatkan Anda terlalu jauh...

Jika ada yang dirasa kurang baik dan Anda merasa tidak nyaman, maka perlu dianalisa ulang dan segera lakukan manuver dan penyesuaian... dan yang paling penting adalah Anda sendiri mengijinkan dan meniatkan diri Anda untuk menata ulang kehidupan Anda...

Dengan demikian selalu ada proses untuk melakukan perbaikan atas apapun yang kita lakukan sebelumnya dan semakin hari, justru semakin baik menuju hidup dan kehidupan yang Anda inginkan...


Friday, July 8, 2016

Cara Bekerja Pikiran

Siang ini saya menyempatkan diri bertemu dengan seorang sahabat lama dan berbincang mengenai banyak hal...

Salah satu hal yang menarik selama perbincangan tersebut adalah saat kami membahas mengenai bagaimana kita memandang kehidupan dan meresponse terhadapnya...

Sahabat saya menanyakan mengapa ada temannya yang merasa selalu saja ada perasaan tidak nyaman, gelisah, kuatir, takut dan cemas, ketika berhadapan dengan orang lain, bahkan sering membuatnya kehabisan kata-kata dan tidak mampu membuat keputusan yang baik bagi dirinya sendiri?


Saya menerangkan bahwa dari perspektif teknologi pikiran, Pikiran Sadar (PS) bekerja dengan memandang dan meresponse suatu kejadian berdasarkan program yang tertanam dalam Pikiran Bawah Sadar (PBS), yang ternyata memang menguasai sebagian besar pikiran manusia (*)...


Dengan demikian, fenomena seperti ditanyakan sahabat saya adalah sebuah gambaran yang menjelaskan teori tersebut. Perasaan tidak nyaman, gelisah, kuatir, takut dan cemas tersebut adalah gejala (/symptom) yang ditunjukkan oleh PBS karena suatu pemicu (/trigger) yang dialaminya, misalnya ketika berhadapan dengan seseorang dengan figur tertentu. Dengan kata lain, mungkin saja ada suatu kondisi serupa di masa lalu yang menjadi pemicu, yang kemudian menghasilkan suatu response yang telah ter-program dalam PBS-nya ...


Saya teringat sebuah quote yang sangat tepat untuk menggambarkan penjelasan saya ini, demikian bunyinya:


Unless you learn to face your own shadows,
you will continue to see them in others,
because the world outside you,
is only a reflection of the world inside you...

Saat ini, saya yakin Anda dapat mulai mengerti sebuah pemahaman baru mengenai cara bekerja pikiran, ya kan...


(*) lihat artikel saya sebelumnya mengenai proporsi PS dan PBS 
http://ronykustendro.blogspot.co.id/2016/06/benarkah-itu-melulu-takdir.html






Nah, kemudian saya menyambung lebih jauh mengenai bagaimana kita dapat melakukan pemrograman ulang terhadap PBS.

Untuk dapat mengubah program dalam PBS tersebut, kita perlu kembali ke masa lalunya, saat pertama kali suatu kondisi itu terjadi, menemukan akar masalahnya dan kemudian melakukan restrukturisasi disana, dengan demikian program tersebut dapat dibenahi yang kemudian akan merubah pula cara pandang dan response terhadap suatu kejadian di masa kini...

‪#mindtechnology #hypnotherapy



Saturday, July 2, 2016

Menyikapi Masa Lalu

Baru saja saya membaca sebuah quote yang menggelitik, demikian bunyinya...
I am strong, because I've been weak...
I am fearless, because I've been afraid...
I am wise, because I've been foolish...
Sekilas quote ini tentunya benar adanya... dan memang benar adanya, jika Anda memahami dari perspektif Pikiran Sadar (PS)...


  • Mungkin Anda berpikir bahwa setiap kejadian dimasa lalu hanyalah kenangan dan sama sekali tidak mengganggu hidup dan kehidupan di masa kini...
  • Mungkin Anda berpikir bahwa setiap kejadian di masa lalu sama sekali tidak menimbulkan pengalaman traumatik yang secara emosional dapat membekas dan tertanam dalam memori...
  • Mungkin Anda berpikir bahwa setiap kejadian di masa lalu sama sekali tidak mempengaruhi bagaimana Anda memberikan response dan membuat keputusan yang kita buat dalam kehidupan di masa kini...


Pertanyaan saya... Benarkah demikian dan seberapa yakin Anda dengan hal itu?
Anda boleh mulai baca kembali quote tadi dan ambillah waktu sejenak untuk merenungkannya kembali...

Pernahkah Anda memikirkan bahwa dari perspektif Pikiran Bawah Sadar (PBS), ternyata setiap pengalaman traumatik dan emosional dimasa lalu, sekecil apapun itu... sangat mempengaruhi apa adanya Anda sekarang ini... Hal ini benar adanya sesuai beberapa kasus yang pernah saya tangani langsung maupun dari apa yang pernah saya lihat, dengar hingga saat ini...

Mulai dari kasus belum bisa punya anak, belum bisa menjalin hubungan dan menikah, belum bisa menahan nafsu makan, beberapa kasus psikosomatis seperti migrain berkepanjangan, nyeri punggung menahun... ataupun gangguan lainnya, ternyata semuanya bisa saja berawal dari pengalaman traumatik dan emosional dimasa lalu... Selama pengaruh itu membawa hidup dan kehidupan yang positif, tentunya tidak ada masalah... iya kan...

Namun ada juga beberapa orang yang merasa tidak punya masalah... pernahkan Anda sadari bahwa mungkin justru tidak ada masalah itu adalah masalah itu sendiri... Kebanyakan kita merasa kita mampu mengatasi masalah kita sendiri dengan menekannya sekuat tenaga... setiap perasaan itu muncul, tekan lagi... muncul lagi, tekan lagi... 

Untuk beberapa kasus ringan... pendekatan ini bisa saja dilakukan dan berharap waktu kan menyembuhkan segalanya... Namun untuk kasus dengan intensitas emosional yang tinggi... pendekatan ini justru bisa sangat berbahaya bagi kita...

Anda pasti pernah merebus air dengan teko ya... saat air mendidih ia akan berubah menjadi uap dengan tekanan yang tinggi... pada intensitas dan suhu tertentu, teko telah didesain untuk memberikan sinyal berupa bunyi agar Anda segera mematikan api, iya kan... Bayangkan jika uap ini adalah emosi Anda, apa yang terjadi dengan diri Anda jika Anda terus menutup dan menekannya?

Hmm... Anda mulai mengerti maksud saya kan... tekanan uap yang tinggi, dengan seiringnya waktu, akan mulai mencari jalan keluar dan/ atau bahkan bila mungkin akan mulai menekan seluruh dinding teko itu, benar ya... bayangkan jika teko itu adalah diri Anda...

Hal ini seperti PBS Anda, saat ada muatan emosional yang belum diselesaikan, ia akan memberikan sinyal kepada Anda, melalui symptom yang bisa berupa seperti kasus-kasus yang saya telah ungkapkan diatas... ini adalah sinyal bagi Anda untuk mengambil tindakan dan membereskan akar masalah yang berhubungan dengan emosi itu dengan tuntas...

Pertanyaannya bagaimana kemudian kita dapat melepaskan intensitas emosi yang tinggi itu dengan aman? Hypnotherapy mampu melakukan hal itu.

Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: saat Anda dalam kondisi hipnosis, saraf yang bekerja adalah saraf parasimpatik, yang akan membuat detak jantung lebih lambat, tekanan darah turun, atau disebut dalam kondisi relaksasi, sehingga Anda lebih tenang ketika kita memproses pengalaman traumatik dan emosional itu untuk kemudian melepaskannya...

Jika kita kembali pada quote diawal... memang quote tersebut benar, dengan catatan kita telah mampu melihat dari dua perspektif yaitu PS dan PBS...

Anda tidak bisa mengubah masa lalu.. namun Anda diberikan kesempatan untuk mengubah cara pandang, cara meresponse dan cara merasakan serta cara Anda melihat pengalaman traumatik tersebut... saat Anda telah berhasil menghilangkan efek trauma dan menghilangkan perasaan yang menyertainya... saat itulah dikatakan Anda telah terbebas darinya dan quote itu menjadi benar secara utuh...

‪#mindtechnology #hypnotherapy

Mereka Memerlukan Anda

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti dan menyimak seminar parenting untuk orang tua dan guru yang dibawakan oleh Pak Adi W Gunawan di Sekolah Tzu Chi, PIK. Sungguh sangat menarik dan banyak sekali hal yang bisa dipelajari dalam seminar singkat ini, terutama salah satu topik yang membahas tentang Bahasa Kasih...

Apa sih Bahasa Kasih itu?

Mudah sekali untuk menjawabnya, bayangkan ketika handphone kesayangan Anda lowbatt, apa yang terjadi? Handphone Anda akan segera mengaktifkan fitur lowbatt, dimana pada saat itu ada banyak fungsi-fungsi yang segera dimatikan untuk menghemat baterai. Benar ya...

Sama halnya dengan anak-anak Anda, saat Baterai Kasih mereka kosong atau menipis, mereka akan mematikan fitur-fitur andalan yang ada tanpa mereka sadari, dan mulai muncullah gejala-gejala yang menurut Anda mengganggu, misalnya anak-anak mulai malas belajar, mulai rewel, mulai tidak belajar dll., Anda paham maksud saya ya...

Kemudian Anda, sebagai orang tua, mulai sibuk berpikir bahwa ada sesuatu yang salah dengan anak-anak Anda dan membawa anak-anak mereka untuk diterapi...

Menurut Anda, mengapa muncul gejala-gejala demikian saat Baterai Kasih mereka kosong? Oh, gampang kok, mereka sebenarnya hanya hendak menyampaikan pesan kepada Anda, bahwa saat ini mereka sungguh membutuhkan Anda, untuk segera mengisi baterai kasih yang kosong tersebut...

Jika Anda cukup peka dan kemudian segera mengisi Baterai Kasih mereka, maka semua gejala-gejala yang mengganggu tadi akan segera hilang, sirna dan lenyap tak berbekas... itu seperti Anda mendapatkan kembali semua fitur handphone Anda setelah anda mengisi baterainya (fully charged)...

Nah uniknya, setiap anak mempunyai type baterai yang berbeda-beda, kita mengenalnya dengan istilah Lima Bahasa Kasih, oleh sebab itu ketika Anda hendak mengisi Baterai Kasih ini, Anda perlu menyesuaikan charger-nya sesuai dengan type dan keunikan Bahasa Kasih yang anak-anak Anda miliki...

Seringkali Anda melihat, kebanyakan orang tua menganggap asal sudah diberikan mainan, gadget, dan materi finansial lainnya, maka itu sudah cukup. Apakah benar demikian? Saya yakin Anda tahu jawabannya, iya kan...

Sebagai orang tua, Anda mempunyai kewajiban dan kepekaan untuk memahami Bahasa Kasih dari anak-anak Anda, pribadi lepas pribadi...

Nah, pada akhirnya sebelum Anda menghakimi bahwa anak-anak Anda bermasalah, perlu Anda tanyakan kepada diri Anda terlebih dahulu, sudahkah Anda mengisi Baterai Kasih mereka? Jadi tidak ada yang salah dengan anak-anak Anda, mungkin justru Anda yang perlu diterapi, bukan anak-anak Anda...

Hmm... menarik ya...


Tuesday, June 28, 2016

Mengatasi Emosi Negatif

Seorang sahabat datang dan kami berbincang-bincang mengenai banyak hal, terutama masalah di pekerjaan yang datang silih berganti...

Atasan yang plin-plan dan selalu berganti arahan serta tidak mendukung, belum ditambah kata-kata kasar yang memojokkan tanpa mau melihat dan/atau mendengar penjelasan dan kesulitan di lapangan, marah tanpa alasan yang jelas dan seringnya salah sasaran, pekerjaan yang terus bertambah tanpa didukung dengan resources yang cukup, staff yang mulai kepanasan dan limbung dan masih banyak lagi...

Hmm... mungkin saat ini Anda sedang menganggukkan kepala dan merasa sedikit banyak mengalami hal yang sama juga...

Sahabat saya ini adalah orang yang selama ini, setidaknya menurut pandangan saya, sukses dalam mengelola pekerjaannya dan bahkan selama ini mempunyai karir yang baik. Hal ini membuat saya cukup surprise ketika dia menceritakan ini semua kepada saya...

Sambil memikirkan itu semua, mulai muncul beberapa pemikiran apakah memang sahabat saya ini yang sudah mulai menurun kemampuannya atau memang ada yang kurang beres dengan kesehatan di tempat ia bekerja, sehingga menimbulkan kondisi kerja yang kurang kondusif...

OK... tetapi masalahnya bukan itu yang akan kita bahas sekarang, masalahnya adalah sahabat saya sekarang mengalami kesulitan untuk memposisikan dirinya di kantor dan di rumah...

Suasana hati yang stress dan tak menentu telah mempengaruhi sikapnya terhadap anak-anak dan keluarganya.... dia menjadi cepat marah dan merasa tidak ada yang mendukungnya, seandainya bisa ingin sekali dia resign dan meninggalkan pekerjaannya... sekarang, Anda mulai mengerti ya... hmm...

Kami berbincang cukup lama dan saya katakan bahwa yang dia alami adalah masalah yang belum terselesaikan (/unresolved present issue) dimana diluar kontrolnya juga....

Dengan memahami hal tersebut, manakah yang lebih penting, terus membawa masalah ke rumah dan menghabiskan waktunya serta mengorbankan keluarga, yang ia juga tahu untuk suatu hal yang Anda tidak bisa ubah, atau, meninggalkan semua masalah kantor, untuk sementara waktu, ketika sampai dirumah dan tetap mempunyai quality time dengan keluarga?

Ia menjawab, tentu saja yang kedua... masalahnya dia merasa kesulitan.. perasaan stress, cemas, marah, jengkel itu tetap melekat erat dalam hatinya... bagaimana caranya?

Oh itu gampang... saya menyambung, kemudian saya memberikan beberapa tips untuk dengan mudah dan cepat melepaskan semua perasaan dan emosi negatif itu segera ketika ia sampai dirumah... mulai dari teknik NLP i.e. Peaceful Place Anchor, Collapsing Anchor, Swish Pattern, Submodality... dan juga Hypno-EFT, dari perspektif Hypnoterapi....

Saya tambahkan kemudian, bahwa apa yang terjadi hari itu, biarlah hanya terjadi hari itu, tinggalkan semuanya disana dan mulailah dengan sesuatu yang baru, yang lebih baik, esok pagi....

Sunday, June 26, 2016

Kasih dan Pelayanan Tiada Henti

Menunggu memang bukan sesuatu yang menyenangkan, iya kan...

Namun aktivitas menunggu hari ini mengingatkan kembali pelajaran yang pernah diberikan Ibu saya beberapa waktu yang lampau...

Sambil menikmati menu sarapan di McDonald dan menyeruput secangkir teh manis hangat, saya memperhatikan sepasang Oma dan Opa yang sedang duduk didepan saya, mungkin usianya sekitar 80 tahunan...

Dengan sedikit rambut putihnya yang masih tersisa, Opa itu menikmati menu bubur ayam dan sambil sesekali memperhatikan pasangannya... dan kemudian ia menyendok buburnya dan kemudian menyuapi pasangannya...

Saya masih terus memperhatikan tanpa mereka sadari, dan kemesraan itu terus berlangsung selama beberapa waktu... tanpa sepatah katapun terucap, hanya senyum dan tatapan mata yang mengekspresikan kata-kata mereka...

Mungkin saat ini Anda sedang mulai bayangkan hari-hari itu bersama pasangan Anda... bagus sekali, nikmati perasaan itu dan tingkatkan intensitasnya.. semakin kuat... dan kemudian simpan gambar dan perasaan itu dalam hati Anda....

Anda mungkin bertanya untuk apa? Pertanyaan yang bagus sekali, dan jawabannya sangat sederhana. Hal ini sesuai dengan cara bekerja pikiran, apapun yang Anda pikirkan dengan sungguh-sungguh akan menjadi realitas, karena pikiran tidak bisa membedakan visualisasi dan realitas... dan akan mencari pembuktian atasnya....

OK, kita kembali ke pembahasan kita ya. Inilah pembelajaran tentang kasih yang pernah Ibu saya sampaikan sebelumnya... adalah kasih dan pelayanan yang tiada henti dan tak berkesudahan hingga maut memisahkan....