Saturday, July 2, 2016

Menyikapi Masa Lalu

Baru saja saya membaca sebuah quote yang menggelitik, demikian bunyinya...
I am strong, because I've been weak...
I am fearless, because I've been afraid...
I am wise, because I've been foolish...
Sekilas quote ini tentunya benar adanya... dan memang benar adanya, jika Anda memahami dari perspektif Pikiran Sadar (PS)...


  • Mungkin Anda berpikir bahwa setiap kejadian dimasa lalu hanyalah kenangan dan sama sekali tidak mengganggu hidup dan kehidupan di masa kini...
  • Mungkin Anda berpikir bahwa setiap kejadian di masa lalu sama sekali tidak menimbulkan pengalaman traumatik yang secara emosional dapat membekas dan tertanam dalam memori...
  • Mungkin Anda berpikir bahwa setiap kejadian di masa lalu sama sekali tidak mempengaruhi bagaimana Anda memberikan response dan membuat keputusan yang kita buat dalam kehidupan di masa kini...


Pertanyaan saya... Benarkah demikian dan seberapa yakin Anda dengan hal itu?
Anda boleh mulai baca kembali quote tadi dan ambillah waktu sejenak untuk merenungkannya kembali...

Pernahkah Anda memikirkan bahwa dari perspektif Pikiran Bawah Sadar (PBS), ternyata setiap pengalaman traumatik dan emosional dimasa lalu, sekecil apapun itu... sangat mempengaruhi apa adanya Anda sekarang ini... Hal ini benar adanya sesuai beberapa kasus yang pernah saya tangani langsung maupun dari apa yang pernah saya lihat, dengar hingga saat ini...

Mulai dari kasus belum bisa punya anak, belum bisa menjalin hubungan dan menikah, belum bisa menahan nafsu makan, beberapa kasus psikosomatis seperti migrain berkepanjangan, nyeri punggung menahun... ataupun gangguan lainnya, ternyata semuanya bisa saja berawal dari pengalaman traumatik dan emosional dimasa lalu... Selama pengaruh itu membawa hidup dan kehidupan yang positif, tentunya tidak ada masalah... iya kan...

Namun ada juga beberapa orang yang merasa tidak punya masalah... pernahkan Anda sadari bahwa mungkin justru tidak ada masalah itu adalah masalah itu sendiri... Kebanyakan kita merasa kita mampu mengatasi masalah kita sendiri dengan menekannya sekuat tenaga... setiap perasaan itu muncul, tekan lagi... muncul lagi, tekan lagi... 

Untuk beberapa kasus ringan... pendekatan ini bisa saja dilakukan dan berharap waktu kan menyembuhkan segalanya... Namun untuk kasus dengan intensitas emosional yang tinggi... pendekatan ini justru bisa sangat berbahaya bagi kita...

Anda pasti pernah merebus air dengan teko ya... saat air mendidih ia akan berubah menjadi uap dengan tekanan yang tinggi... pada intensitas dan suhu tertentu, teko telah didesain untuk memberikan sinyal berupa bunyi agar Anda segera mematikan api, iya kan... Bayangkan jika uap ini adalah emosi Anda, apa yang terjadi dengan diri Anda jika Anda terus menutup dan menekannya?

Hmm... Anda mulai mengerti maksud saya kan... tekanan uap yang tinggi, dengan seiringnya waktu, akan mulai mencari jalan keluar dan/ atau bahkan bila mungkin akan mulai menekan seluruh dinding teko itu, benar ya... bayangkan jika teko itu adalah diri Anda...

Hal ini seperti PBS Anda, saat ada muatan emosional yang belum diselesaikan, ia akan memberikan sinyal kepada Anda, melalui symptom yang bisa berupa seperti kasus-kasus yang saya telah ungkapkan diatas... ini adalah sinyal bagi Anda untuk mengambil tindakan dan membereskan akar masalah yang berhubungan dengan emosi itu dengan tuntas...

Pertanyaannya bagaimana kemudian kita dapat melepaskan intensitas emosi yang tinggi itu dengan aman? Hypnotherapy mampu melakukan hal itu.

Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: saat Anda dalam kondisi hipnosis, saraf yang bekerja adalah saraf parasimpatik, yang akan membuat detak jantung lebih lambat, tekanan darah turun, atau disebut dalam kondisi relaksasi, sehingga Anda lebih tenang ketika kita memproses pengalaman traumatik dan emosional itu untuk kemudian melepaskannya...

Jika kita kembali pada quote diawal... memang quote tersebut benar, dengan catatan kita telah mampu melihat dari dua perspektif yaitu PS dan PBS...

Anda tidak bisa mengubah masa lalu.. namun Anda diberikan kesempatan untuk mengubah cara pandang, cara meresponse dan cara merasakan serta cara Anda melihat pengalaman traumatik tersebut... saat Anda telah berhasil menghilangkan efek trauma dan menghilangkan perasaan yang menyertainya... saat itulah dikatakan Anda telah terbebas darinya dan quote itu menjadi benar secara utuh...

‪#mindtechnology #hypnotherapy

No comments:

Post a Comment