Friday, March 31, 2017

Ini yang Anak Perlukan dari Anda

Belum lama ini, saya sempat bertemu dan makan siang bersama dengan seorang sahabat. Sembari menikmati makan siang yang lezat, kami menghabiskan waktu untuk berbincang-bincang mengenai banyak hal, mulai dari pekerjaan, keluarga, hingga kehidupan dunia anak-anak masa kini yang penuh dengan hingar-bingarnya teknologi.

Memang tentunya tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan di berbagai bidang kehidupan, termasuk dapat menunjang kemajuan pendidikan anak, jika dikembangkan dengan benar.  

Namun jika ditinjau kembali dengan seksama, bisa mulai pahami bahwa perkembangan dunia teknologi yang sangat cepat, juga membawa dampak bagi perkembangan anak. Secara spesifik jika membahas maraknya penggunaan gawai pada anak di usia dini  Dengan kata lain, anak-anak yang hidup di generasi sekarang ini, sedikit banyak dikondisikan sebagai korban dari teknologi. Ironisnya justru oleh orang tua mereka sendiri. Maksudnya korban? Ya, korban teknologi dari aspek pola perkembangan anak, baik secara fisik maupun secara psikis. 

Mungkin Anda mulai berpikir apa relevansinya, tidak apa, karena hal inilah yang akan kita bahas lebih jauh setelah ini. 

Belum lama ini, saya pernah membaca sebuah artikel, yang membeberkan tentang hasil observasi terhadap anak-anak yang intensitas keakraban dengan gawai cukup tinggi dalam masa pertumbuhannya, sejak usia dini. Dikatakan bahwa sebagian besar dari populasi anak-anak tersebut, secara konsisten, mengalami gangguan perkembangan terhadap kemampuan motoris dan/ atau kinestetisnya.  

Selain artikel diatas, saya juga pernah membaca tentang sebuah survey yang menunjukkan bahwa anak-anak pada generasi sekarang ini, secara mayoritas mulai memerlukan bantuan kacamata lebih awal dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Hal ini karena dampak dari cahaya layar gawai pada mata anak-anak.  

Dari perspektif teknologi pikiran, penggunaan gawai yang intensif juga mempengaruhi Pikiran Bawah Sadar (PBS), dimana anak-anak generasi sekarang pada umumnya mempunyai kecenderungan perilaku yang maunya serba instan. Kok bisa ya? Tentu bisa, hal ini disebabkan karena anak-anak dapat melakukan apapun melalui gawai dengan mudah dan cepat.  

Penjelasan dari sisi neurosain dan medis dapat ditinjau dalam hubungannya faktor hormon. Hormon endorphin adalah hormon yang dihasilkan ketika manusia mengalami perasaan bahagia, oleh sebab itu hormon ini juga sering disebut sebagai hormon kebahagiaan. Dalam hubungannya dengan gawai, hormon ini terlalu sering dihasilkan bersamaan dengan perasaan senang (/bahagia) saat anak-anak memenangkan permainan (/games) dalam gawai dengan begitu mudahnya. 

Kombinasi dari kedua hal inilah yang kemudian memicu anak menganggap semua hal mudah dan cepat, dan terciptalah generasi instan seperti saya sebut diatas.  

Saya tidak akan berbicara lebih jauh lagi mengenai hal ini, namun jika Anda jeli dan konsisten mengamati fenomena ini, Anda akan semakin mudah menemukan banyak lagi simtom/ gejala serupa sehubungan dampak gawai pada anak.  

Mungkin Anda mau bilang, “Ahh.. kan anak saya gak tiap saat dikasih gawai”. Bagus, jika Anda sudah melakukan hal itu artinya Anda sudah mulai pahami efek buruk darigawai bagi anak Anda, dan artinya Anda sudah melakukan hal yang benar. 

Nah, dari tadi kita membahas dari sisi anak, bagaimana dari sisi orang tua? Ternyata orang tua juga tidak mau kalah dengan anaknya. Coba perhatikan tak sedikit keluarga yang sedang makan bersama di pusat perbelanjaan, tapi masing-masing sibuk dengan gawainya. Padahal momen kebersamaan seperti itu sangat penting membangun kedekatan emosional sekaligus waktu yang paling bagus untuk mengisi tangki kasih sayang anak.  

Tahukah Anda? Dari ruang terapi, kami menemukan ternyata banyak sekali akar masalah dari suatu ‘masalah’ pada anak, mulai dari prestasi yang menurun hingga narkoba, dapat disebabkan hanya karena kurangnya kedekatan emosional antara anak dengan orang tua.  

Sekarang saya percaya Anda sudah mulai mengerti bahwa inilah saatnya berikan yang terbaik dari Anda untuk anak Anda. Ini bukanlah hanya dengan memberikan gawai terkini yang mampu anda beli, ini adalah waktu berkualitas yang penuh dengan kasih, pengalaman personal dan hubungan emosional yang mendalam dengan anak Anda. Demikianlah kenyataannya.

Selengkapnya : http://m.kompasiana.com/ronykustendro/ini-yang-anak-anak-perlukan-dari-orang-tua-mereka_58dbe5fd5193734f33f199d6

Thursday, December 1, 2016

Menangkap Pesan Pikiran Bawah Sadar

Seorang sahabat mengirimkan sebuah artikel yang membahas mengenai stress. Setelah membaca artikel tersebut, saya menangkap beberapa hal yang membuat saya ingin sekali sedikit memberi ulasan dari perspektif hipnoterapi.

Menurut artikel tersebut, tingkat stress yang ringan dan singkat adalah bagus, dan kemudian diberikan beberapa contoh, diantaranya stress sebelum presentasi atau saat menyiapkan materi penting, dll. Akhirnya disebutkan bahwa stress type ini dapat membawa perkembangan yang baik bagi otak selama proses tersebut.

Jadi manakah sebenarnya yang dikatakan baik? Stressnya atau hasil dari perkembangan otaknya?

Semua pasti bisa dengan mudah menjawab, tentunya jawaban yang kedua, benar kan..

Nah... pertanyaan berikutnya, apakah benar untuk mengembangkan otak perlu melalui stress dulu? Tentu tidak ya...

Nah apa yang terjadi sebenarnya?

Saya ambil contoh diatas ya; saat mau melakukan presentasi, mungkin saja untuk sebagian orang muncul perasaan takut, kuatir, merasa tidak mampu, dll., yang menyebabkan stress tersebut. Rasa yang dimunculkan oleh emosi negatif tersebut berhubungan dengan ketersediaan hormon serotonin yang menipis karena tubuh mengalami stress. 

Rasa tidak nyaman ini jika dibiarkan terus menerus akan berdampak buruk bagi kesehatan mental seseorang. Hal ini dapat menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami depresi. Menurut Barry Jacob, PHd., tekanan dan stress adalah penyebab utama dari depresi. 

Dari perspektif ilmiah belum ditemukan secara pasti hubungan kausatif antara serotonin dan depresi. Para peneliti masih sulit membuktikan apakah ketidakseimbangan serotonin menjadi penyebab depresi atau sebaliknya.

Sekarang Anda bisa mulai mengerti dampak dari stress ya...

Nah kembali ke stress, apa kira-kira tujuan stress ini muncul ya? Ada banyak kemungkinan. Dari pengalaman terapi salah satu rekan hipnoterapis, ditemukan bahwa Pikiran Bawah Sadar (PBS) sebenarnya mengirimkan sinyal kepada klien untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar dapat membawakan presentasi dengan baik juga.

Ok... tujuannya baik ya... pertanyaannya lagi,  apakah setiap orang mempunyai kemampuan yang sama untuk mengatasi stress? Bagaimana dan seberapa tingkat stress yang ringan dan singkat disebut ringan dan singkat? Kita semua pahami bahwa setiap orang memiliki tingkat ketahanan terhadap stress yang berbeda-beda, ya kan... Jadi gimana donk? Ya gak perlu stress donk...

Tadi Anda sudah mengerti bahwa stress disebabkan oleh adanya emosi negatif tertentu yang membawa seseorang kepada suatu state tertentu, dalam hal ini stress, dengan tujuan membuatnya mempersiapkan presentasi dengan baik.

Jadi dengan tujuan yang sama, Anda bisa meminta PBS Anda untuk mengingatkan perlunya persiapan yang baik tanpa membuat Anda stress.

Hal ini dapat dengan mudah dilakukan dengan melepaskan emosi-emosi negatif yang melekat terhadap suatu kejadian/ trigger. Kemudian dengan teknik tertentu kita bisa melakukan negosiasi dengan PBS untuk mencapai tujuan yang sama...

Setelah baca ini bisa mulai mengerti bagaimana pikiran bekerja.

Demikianlah kenyataannya...

Monday, November 28, 2016

Nilai Anak Merosot, Ternyata Ini Penyebabnya

Seorang Ibu menemui saya dengan segudang keluh kesah mengenai anaknya yang masih berumur 7 tahun. Ia merasakan akhir-akhir ini anaknya berubah, suka uring-uringan dan secara drastis sangat menurun dari aspek akademisnya.

Nilai tes dan latihan di sekolah semuanya turun dari semula berikisar di range 80-100, sekarang seringkali bertengger di range 50-60. Berbagai cara, menurut Ibu ini, sudah dicoba untuk mengembalikan nilai-nilai anaknya. Namun, hingga kini, masih saja belum berhasil dan sementara itu sekarang malah sudah mendekati masa-masa ujian tengah semester.

Saya diam untuk mendengar dengan seksama dan sambil memperhatikan bahasa tubuh Ibu ini, saya dapat merasakan kegelisahan, kebingungan, kekuatiran dan keputusasaan yang teramat sangat darinya.

Setelah Ibu ini selesai mencurahkan keluh-kesahnya, saya mulai melakukan eksplorasi terhadap pola asuh, pola bahasa/semantik yang digunakan, termasuk adanya perubahan perilaku orang tua terhadap anak.

Menurut Gary Chapman, penulis buku 'Lima Bahasa Kasih untuk Anak', seorang anak akan mengirimkan sinyal kepada orang tua bahwa mereka membutuhkan bantuan saat mereka merasa kurang/ tidak dikasihi, namun terkadang orang tua justru kurang memahami sinyal ini dan merasa tidak perlu untuk mengambil suatu tindakan perbaikan...

Lalu apa yang terjadi? Tentu saja anak akan semakin membuat 'ulah' untuk semakin berusaha memberitahu orang tua mereka. Sinyal-sinyal inilah yang sering kemudian disebut sebagai 'masalah' oleh orang tua, karena ketidakmengertian mereka. Nah... saya yakin Anda mulai mengerti, ya kan...

Percakapan saya dengan Ibu ini terus berlanjut untuk memahami apakah mungkin ada suatu kejadian/perubahan yang terjadi yang mempengaruhi si anak, dan ternyata memang ada. Belum lama ini Ibu meminta si anak yang sudah berumur 7 tahun untuk mulai tidur sendiri, disinilah dimulai 'masalah' yang diungkapkan tadi.
Hmm... mungkin Anda mulai bertanya, apa sih hubungannya? Baik, setelah saya jelaskan Anda akan dapat mulai mengerti dengan mudah. Ini adalah salah satu manifestasi perubahan konsep diri anak. Si anak merasa tidak lagi dicintai dan tidak diinginkan lagi oleh orang-tuanya, sejak itulah si anak mulai mengirimkan sinyal-sinyal yang dianggap sebagai 'masalah' oleh si Ibu.

Saya minta Ibu ini untuk mengubah beberapa pola semantik ketika berbicara dengan si Anak dan terutama memberikan pengertian kepada Anak untuk dapat memberikan pemaknaan ulang mengapa ia perlu mulai tidur sendiri, bukan karena ia tidak dicintai namun karena ia sudah semakin besar. Ayah dan Ibu masih tetap mencintainya seperti sebelumnya.

Saya kemudian memgajarkan bagaimana cara melakukan Hypnosleep dengan benar dan kemudian memberikan tugas pada Ibu ini juga untuk melakukan Hypnosleep pada si anak selama kurang lebih 2 minggu.

Demikianlah sesi selesai dan Ibu ini berjanji akan memberikan laporan kemajuan anaknya. Saya tersenyum dan mengiyakan.

Hari demi hari berlalu dan tidak sampai dua minggu, Ibu ini menghubungi saya kembali untuk melaporkan perkembangan anaknya. Kali ini saya mendengar nada suara yang sungguh berbeda dari sebelumnya, saat itu pula saya tahu semuanya sudah kembali baik adanya.

Ibu ini mengabarkan bahwa anaknya telah berubah total, kini ia kembali gembira, kadang masih sedikit uring-uringan, namun yang terlihat signifikan adalah nilai-nilai tes dan latihan di sekolah telah kembali seperti sediakala...

Saya tentunya turut senang dan gembira atas perkembangan positif ini ya, Ibu ini terus mengucapkan terima kasih kepada saya, namun saya katakan kepadanya bahwa hasil positif ini adalah berkat niat dan usaha Ibu sendiri untuk memberikan yang terbaik bagi si buah hati.

Terima kasih Ibu. Disinilah tingkat kasih Anda sebagai seorang Ibu diuji...

Demikianlah kenyataannya

Thursday, November 3, 2016

Bagaimana Menemukan Passion Anda

Seorang sahabat bertanya kepada saya, apakah saya bisa menunjukkan Passion-nya?

Sebelum saya menjawab pertanyaan ini, sebaiknya kita perlu lebih dulu kita perlu memahami arti dari Passion itu sendiri.

Dari beberapa referensi buku yang pernah saya baca dan juga artikel yang membahas hal ini, berikut adalah beberapa definisi mengenai Passion:
1. Passion adalah suatu hal yang selalu membuat kita bersemangat untuk melakukannya.
2. Passion adalah suatu hal dimana kita bahkan rela mengorbankan hal lainnya untuk mencapai tujuan itu.
3. Passion adalah suatu hal yang dikerjakan dengan ikhlas, tanpa paksaan dan suatu bentuk panggilan dari pikiran bawah sadar manusia.
4. Passion adalah suatu hal yang bisa membuat kita tidak lagi memikirkan untung dan rugi.
5. Passion adalah suatu hal yang ketika kita melakukannya, segera muncul gairah dan m7ngkin lupa dengan hal yang lain.
6. Passion adalah suatu hal yang sangat kita sukai, sesuatu yang bisa kita lakukan berjam-jam tanpa kita merasa capek dan lelah.

Seseorang dengan Passion-nya, sanggup melakukan eksplorasi kemampuan terbaik dirinya dan kemudian melakukan semaksimal mungkin dari kapasitas dirinya.

Nah, setelah membaca uraian diatas, sekarang sudah semakin pahami mengenai Passion.

Kembali pada pertanyaan sahabat saya, apakah saya bisa menunjukkan Passion-nya? Saya berkata padanya, saya tidak bisa menunjukkan hal itu, karena sesuai definisinya Passion itu unik dan sifatnya personal bagi setiap individu. Namun saya bisa mengajarkannya cara untuk menemukan Passion-nya.

Saya percaya bahwa setiap orang pasti memiliki dan bisa menemukan Passion-nya.

Demikianlah saya ajarkan kepada sahabat saya untuk melakukan penelusuran Passion dengan mengerucutkannya ke dalam delapan aspek penting dalam kehidupan manusia.

Perlahan-lahan mulai terlihat apa yang menjadi Passion sahabat saya. Saya membantunya untuk membuat beberapa tujuan/ goal yang hendak dicapainya dan melakukan sedikit pengecekan tingkat kenyamanannya.

Senang melihat sinar puas di wajah sahabat saya, dan semakin senang karena bisa membantu untuk mendefinisikan kembali hidupnya.

Demikianlah kenyataannya

Tuesday, November 1, 2016

Kondisi Kedalaman Hipnosis

Sahabat... beberapa waktu yang lalu saya jatuh dan dokter bilang saya mengalami Rupture ACL Dextra, hmm... seperti Anda, ini pertama kali saya mendengar istilah ini dan tentunya saya sama sekali tidak paham.

Kita memiliki tulang paha dan tulang kaki yang diikat dengan empat ligament di daerah lutut, ligament inilah yang mengikat dan menjaga agar tulang kaki dapat berkoordinasi dengan baik.
Rupture ACL Dextra adalah minimum satu dari empat ligament ini mengalami masalah, dan kondisi yang paling parah adalah jika ligament ini putus, karena ligament ini tidak bisa tumbuh kembali. Artinya jika putus, maka perlu dilakukan operasi dengan menggantikan ligament ini dengan urat tendon yang diambil dari tempat lain. Menurut diagnosa dokter, ligament depan saya putus dan harus segera dioperasi.

Saya memutuskan mencari second opinion dari dokter yang memang spesialis lutut. Setelah pemeriksaan yang seksama, sebelum dilakukan apapun diputuskan untuk melakukan penyuntikan obat anti inflamasi ke dalam lutut.

Sambil mendengar ini, membayangkan betapa ngilunya jarum suntik yang menembus daging di bagian lutut saya, apalagi saat cairan itu disuntikkan kedalam, jika Anda pernah diinfus atau transfusi darah, mungkin Anda tahu rasanya, ngilu sekali ya...

Akhirnya setelah diskusi beberapa saat, saya bilang bahwa sebelum penyuntikan dilakukan saya akan masuk ke kondisi 'deep trance' dan berada di 'peaceful place', dan kemudian saya minta dokter, yang kebetulan rekan sesama hipnoterapis, untuk memberikan sugesti yang diperlukan.

Demikianlah yang kami lakukan bersama.

Nah... selama proses penyuntikan berlangsung, yang saya rasakan hanya seperti ada gigitan semut dan setelah itu tidak ada rasa ngilu sama sekali saat obat disuntikkan(*)... dan proses berlangsung sangat cepat, setidaknya menurut perasaan saya...

Sahabat, tahukah Anda apa yang baru saja terjadi? Yang terjadi adalah, saya masuk ke dalam kondisi hipnosis/ 'trance' sehingga memungkinkan sugesti yang diberikan dapat langsung masuk ke Pikiran Bawah Sadar (PBS) dengan menembus 'Critical Factor'.

Menurut Skala Kedalaman Hipnosis dari 'Adi W Gunawan Institute of Mind Technology', terdapat 40 skala kedalaman dengan indikasinya masing-masing. Anestesi lokal pada bagian tubuh tertentu melalui sugesti adalah kondisi kedalaman di skala 20.

Demikianlah kenyataannya.

(*) jarum suntik berukuran 45 milimeter dengan diameter kurang lebih 1.5 milimeter.


Monday, October 31, 2016

Mengatasi Kepercayaan Penghambat

Pernahkan Anda merasa sangat sulit untuk mengubah cara pandang seseorang terhadap suatu hal, padahal Anda telah menerangkan panjang lebar mengenai hal tersebut, namun tetap saja cara pandangnya tidak bergeming sejengkalpun dari kondisi awalnya... mungkin saat itu Anda sudah mulai merasa sebel, jengkel, dongkol, gregetan... dan semakin dicoba, semakin membuat Anda penasaran dan justru semakin menjauh dari apa yang Anda coba terangkan kepadanya...

Mengapa ya?

Setelah Anda membaca dan memahami sifat Pikiran Bawah Sadar (PBS) berikut ini, Anda bisa mulai mengerti dan menjawab pertanyaan ini.

Cara kita meresponse suatu hal yang terjadi dalam kehidupan dikontrol hampir sepenuhnya oleh PBS. PBS menyimpan semua program yang menjadi kepercayaan atau pemahaman yang telah melekat dan ditanamkan sejak kita masih usia kanak-kanak. Hal ini kemudian kita kenal dengan istilah 'imprint'.

Saat 'imprint' telah melekat sedemikian kuatnya dalam PBS, maka hal ini akan diperlakukan sebagai hal yang mutlak dalam menilai dan menanggapi suatu kejadian, dan inilah yang dianggap paling benar oleh PBS.

Tahukah teman-teman, PBS itu sangat pintar, dan sifatnya melindungi kita dari perubahan yang dianggap membahayakan untuk kita. Oleh sebab itu ketika suatu 'imprint' telah terbentuk dan tertanam, PBS akan melakukan apapun untuk mencegah adanya perubahan.

Nah, sampai disini saya percaya Anda sudah mulai mendapatkan pemahaman baru dan mulai mengerti mengapa begitu sulitnya mengubah cara pandang seseorang terhadap suatu hal.

Beberapa contoh 'imprint' misalnya ada seorang yang merasa dirinya selalu gagal dalam usahanya tanpa ia mengerti sebabnya, ternyata setelah digali masalahnya adalah ia merasa bahwa dirinya tidak bisa sukses. Akar masalahnya terjadi saat ia masih kecil dan belum bisa mengerjakan PR sendiri, kemudian orang tua mengatakan 'bagaimana bisa sukses kalau mengerjakan PR sendiri saja tidak bisa'. Oleh si kecil, pernyataan ini dimaknai sebagai realitas, dan seperti yang Anda pahami mengenai cara kerja pikiran, yang terus mencari pembenaran atas hal ini sehingga menjadi realita yang terbawa hingga dewasa. Inilah yang disebut dengan 'imprint'.

Nah, sekarang Anda mulai mengerti mengapa ada orang yang bisa sukses namun ada juga orang yang hidupnya segitu-segitu saja. Tadinya saya mau mengulang, tapi saya tahu Anda sudah mengerti jawabannya, yang adalah karena terdapat perbedaan bagaimana seseorang memandang dan meresponse terhadap suatu kejadian.

Pertanyaannya, bagaimana jika ternyata cara pandang mereka itu salah dan justru kita hendak membantunya keluar dari hambatan yang selama ini telah menunda keberhasilan-keberhasilannya?

Hmm... sementara orang mungkin menganggapnya sulit. Tapi apakah tidak mungkin? Tentu tidak ya.... dalam kondisi hipnosis, sangat mungkin untuk mengubah 'imprint' tersebut.

Melalui hipnoterapi, seseorang dapat dibantu untuk mengatasi dan melepaskan 'imprint' yang kurang menguntungkan baginya. 

Untuk dapat berhasil, ia perlu menyadari dan menerima dirinya terlebih dahulu, kemudian meniatkan dan mengijinkan perubahan terjadi dalam hidup dan kehidupannya. Barulah setelah itu, seorang hipnoterapis dapat membantu melepaskan semua hambatan yang berasal dari emosi negatif di masa lalunya sehubungan dengan 'imprint' tersebut, dengan menemukan akar masalah dan melakukan restrukturisasi atasnya.

Maukah Anda melepaskan hambatan-hambatan yang mungkin ada dalam diri Anda? Siapkah Anda? 

Jawaban pertanyaan ini sepenuhnya ada dalam diri Anda sendiri.


Friday, October 7, 2016

Cara Menyikapi Perasaan Bersalah Dengan Benar

Seorang sahabat datang menemui saya, wajahnya terlihat lesu dan tidak bersemangat. Cekung pipinya nampak jelas dan tubuhnya sedikit melengkung tanpa gairah. Kerutan-kerutan di dahinya seakan tidak mau ketinggalan menggambarkan suasana hatinya. Jika Anda juga memandangnya, mungkin Anda dapat segera rasakan bahwa ia sedang mengalami suatu pukulan dan sangat terbebani dengan suatu hal yang sangat menganggu pikirannya.

Saya sangat mengenal sahabat saya sebelum ini, sungguh berbeda dengan yang terlihat sekarang. Sepanjang pengetahuan saya, ia adalah seorang seorang yang gigih, taat beragama dan tekun, oleh sebab itu, saya setengah tidak dapat percaya melihat keadaaannya saat ini.

Kami memulai perbincangan dengan hal-hal ringan seputar keluarga; anak-anak dan istri, bisnis dan pekerjaan serta apa yang dilakukannya selama tidak bertemu beberapa waktu ini. Hampir semuanya terdengar baik-baik saja, setidaknya itu yang dapat saya tangkap dari kata-katanya, namun saya tetap dapat merasakan ada sebuah kerisauan, kecemasan dan kegelisahan yang mengganggunya.

Selama berbincang-bincang dengannya, saya dapat merasakan ada serangkaian peralihan bagian diri, seolah-olah ada beberapa kepribadian yang berbicara kepada saya. Di satu saat ia berbicara layaknya sahabat yang saya kenal selama ini, di saat berikutnya tiba-tiba ia berubah menjadi lemah, dan disaat yang lain saya merasakan adanya penyangkalan diri. Saya dapat rasakan ada sesuatu yang ia tidak ingin saya rasakan.

Saat ini, saya segera dapat merasakan bahwa sahabat saya ini sedang berada dalam suatu kondisi yang berhubungan dengan perasaan bersalah pada dirinya sendiri (/self guilt), perasaan bersalah yang sangat besar dan menyakitkan.

Sesuai definisinya, self guilt adalah suatu perasaan bertanggung jawab atau perasaan bersalah atas apa yang pernah dilakukannya dimasa lalu, baik itu nyata maupun hanya ada di pikiran. Seringkali orang mempunyai kepercayaan bahwa mereka perlu terus merasa bersalah dan menghukum diri sendiri, tidak hanya sekali, namun terus menerus, agar dapat belajar dari kesalahan tersebut.

Pertanyaaannya, apakah kepercayaan ini benar? Menurut saya, belajar dari kesalahan itu benar. Namun menghukum diri sendiri justru membuat akumulasi emosi negatif dalam Pikiran Bawah Sadar (PBS), selanjutnya emosi negatif ini akan menciptakan blocking yang dapat menyabotase kesusksesan Anda.

Nah, saya percaya Anda mulai mengerti ya, self guilt perlu segera diatasi dengan melepaskan, merelakan dan membiarkan emosi negatif tersebut pergi, hilang dan lenyap dari PBS Anda. Dari pengalaman di ruang terapi, self guilt adalah emosi yang cukup menantang untuk dibereskan, namun melalui hipnoterapi yang sanggup menjangkau hingga saat pertama kali akar masalah muncul, masalah ini pasti dapat dibereskan dengan baik.

Demikian pula pada sahabat saya, saya percaya hipnoterapi bisa membantunya keluar dari masalah emosionalnya dan kembali menjadi pribadi yang saya kenal dan bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya. Saya memandang sahabat saya dengan seksama dan dapat saya rasakan, saat ini, ia belum siap untuk berubah. Maka saya katakan kepadanya kapanpun ia siap, boleh segera hubungi saya...