Showing posts with label hipnosis. Show all posts
Showing posts with label hipnosis. Show all posts

Tuesday, April 11, 2017

Ini Cara Mudah Untuk Mempersingkat Waktu

Perjalanan pulang dari acara workshop di Bali ke Jakarta dengan pesawat terbang memakan waktu kurang lebih dua jam.

Memang dua jam terdengar singkat ya, namun singkat atau tidak, ini sifatnya relatif. Dua jam bisa menjadi waktu yang lama dan melelahkan, jika Anda tidak tahu bagaimana menikmatinya atau tidak ada sesuatu yang bisa dikerjakan.

Coba bayangkan saat Anda harus terbang di penerbangan malam hari, ditambah dengan kondisi fisik dan mental yang sangat lelah, setelah diharuskan menunggu delay selama hampir 90 menit. Letih, lelah, capek, sebel, gemes... semua perasaan ini bercampur-aduk dalam hati dan pikiran Anda. Gimana rasanya? Hmm... sekarang Anda bisa mulai bayangkan dan rasakan, iya kan...

Baik, sekarang mari kita bicara tentang waktu. Dalam dunia Neuro Linguistic Programming (NLP), dikenal istilah distorsi waktu (/Time Distortion). 

Dalam konsep distorsi waktu, kami mempelajari bagaimana caranya untuk mempercepat waktu (/Speeding Time) atau memperlambat waktu (/Slowing Time) dengan menggunakan teknik tertentu. Ini adalah teknik yang sangat bagus, dan teknik inilah yang sering saya gunakan sebelum mulai mengenal dan mempelajari dunia hipnosis.

Setelah mempelajari hipnosis, terutama self-hypnosis yang secara alami memungkinkan kita untuk masuk dengan mudah kedalam kondisi relaksasi yang sangat dalam dan menyenangkan, saya memahami bahwa ternyata teknik ini juga dapat membawa kita mengalani fenomena yang sama dengan Time Distortion - Speeding Time dalam NLP.

Perlu dicatat bahwa teknik Time Distortion dalam NLP dan Hipnosis memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan juga berbeda cara penggunaannya. Namun dalam artikel ini, saya hanya akan menyoroti fenomena yang sama-sama dihasilkan dari kedua teknik ini, yaitu distorsi waktu, khususnya Speeding Time.

Bagi saya pribadi, teknik dalam hipnosis inilah yang sekarang lebih sering saya gunakan disaat saya membutuhkan untuk bisa mempercepat waktu dengan mudah. Ini saat seperti yang saya alami dalam dua jam perjalanan dari Bali ke Jakarta yang melelahkan itu.

Satu hal yang menarik adalah, penelitian membuktikan bahwa saat Anda berada dalam kondisi relaksasi, dengan level kedalaman tertentu, secara otomatis terjadilah fenomena yang serupa dengan Time Distortion -Speeding Time, yang saya sudah jelaskan diatas.

Level kedalaman inilah kuncinya, sayangnya tidak semua orang mengerti cara masuk kedalam kondisi relaksasi yang dalam seperti ini. Dalam konteks hipnoyerapi, disinilah peran seorang hipnoterapis menjadi penting. Untuk dapat melakukan terapi yang efektif, diperlukan level kedalaman yang spesifik. Level kedalaman ini disebut dengan Profound Somnambulism dalam skala hipnotic depth level Adi W Gunawan Institute of Mind Technology (AWGI).

Baik, sekarang kembali kedalam kabin pesawat terbang. Demikianlah terjadi, dengan teknik tertentu saya masuk kedalam kondisi relaksasi yang sangat dalam dan menyenangkan dan mempertahankan kondisi ini di level kedalaman 

Saat berada dalam kondisi ini, waktu terasa begitu cepat dan saya baru keluar dari kondisi relaksasi ini saat mendengar sang pramugari mengumumkan saat mendarat yang sudah dekat. Anda tahu artinya kan, artinya saat itu saya sudah berada dalam kondisi relaksasi selama sekitar dua jam. Namun bagi pikiran saya, rasanya baru 15 menit saja saya memejamkan mata.

Dan tahukah Anda apa yang menarik? Saat saya keluar dari kondisi relaksasi itu, saya keluar dengan kondisi tubuh dan pikiran yang sangat segar, mata terang dan penuh dengan semangat baru...

Menarik ya.. bagaimana menurut Anda?

Banyak Orang Takut Hipnosis, Ternyata ini Penyebabnya

Pasangan saya sedang mengikuti kelas Scientific EEG & Clinical Hypnotheraphy (SECH) dengan kurikulum 110 jam yang dibagi menjadi 3 pertemuan, di Adi W Gunawan Institute of Mind Technology (AWGI). Setelah selesai dengan kurikulum ini, ia bisa segera memperoleh sertifikasi sebagai hipnoterapis (C.Ht.) yang cakap dan handal.

Sebagai bagian dari proses pembelajaran di minggu pertama, ia perlu langsung mempraktekkan apa yang dipelajari di kelas, dengan mencari minimum 10 orang untuk dibantu mengalami relaksasi fisik dan mental yang sangat dalam dan menyenangkan.

Pada tahapan ini, ia belum boleh melakukan terapi secara spesifik; untuk terapi baru boleh dijadwalkan setelah minggu kedua dimana ia telah dilengkapi dengan kemampuan yang mumpuni.

Nah, ini yang menarik, saat pasangan saya mulai mencari klien yang bisa dibantu, ada yang langsung setuju dan segera mendapatkan keuntungan melalui sesi relaksasinya, dimana mereka bisa mulai merasa lebih tenang, nyaman dan ada beberapa yang mulai merasakan perubahan positif dalam hidupnya.

Namun ternyata ada juga yang maju mundur, ragu-ragu, dan bahkan terkesan menghindar... hal demikian sangatlah wajar dan mungkin terjadi karena satu dan lain hal. Ini disebabkan oleh maraknya pemberitaan negatif tentang hipnosis yang kemudian membangun pemahaman yang kurang tepat mengenai hipnosis secara umum, dan hipnoterapi secara khusus.

Mungkin Anda sering mendengar kalimat ini, "Wah... kemaren hampir saja saya di hipnotis". Ini adalah salah satu hal mendasar yang perlu diketahui; kata hipnosis dan kata hipnotis ternyata memiliki arti yang berbeda. Seperti saat kita menggunakan kata pianis, pianis mengacu kepada orang yang memainkan piano. Demikian juga hipnotis, kata hipnotis mengacu kepada orang yang melakukan hipnosis.

Hal lain yang menyebabkan pemahaman yang kurang tepat adalah ternyata mereka mengira bahwa pada saat dalam kondisi relaksasi (/hipnosis), mereka menjadi tidak sadar, sehingga semua rahasia bisa dikorek keluar tanpa dapat dikontrol, hmm... benarkah demikian?

Walaupun saat seseorang dalam kondisi relaksasi yang sangat dalam dan menyenangkan, mereka berada dalam kondisi kesadaran yang sangat spesifik, mereka tetap sadar sesadar-sadarnya dan masih tetap memiliki kontrol atas pikiran mereka dan bahkan masih bisa memilah informasi mana yang mau diungkapkan, juga informasi mana yang tidak mau diungkapkan.

Hipnosis bukanlah tidur, juga tidak bisa mengubah kepribadian atau bahkan mencuci otak seseorang. Kendali sepenuhnya ada dalam diri Anda.

Setelah membaca penjelasan ini, saya percaya sekarang dan seterusnya bisa mulai pahami dengan lebih baik....

Demikianlah kenyataannya.

Thursday, December 1, 2016

Menangkap Pesan Pikiran Bawah Sadar

Seorang sahabat mengirimkan sebuah artikel yang membahas mengenai stress. Setelah membaca artikel tersebut, saya menangkap beberapa hal yang membuat saya ingin sekali sedikit memberi ulasan dari perspektif hipnoterapi.

Menurut artikel tersebut, tingkat stress yang ringan dan singkat adalah bagus, dan kemudian diberikan beberapa contoh, diantaranya stress sebelum presentasi atau saat menyiapkan materi penting, dll. Akhirnya disebutkan bahwa stress type ini dapat membawa perkembangan yang baik bagi otak selama proses tersebut.

Jadi manakah sebenarnya yang dikatakan baik? Stressnya atau hasil dari perkembangan otaknya?

Semua pasti bisa dengan mudah menjawab, tentunya jawaban yang kedua, benar kan..

Nah... pertanyaan berikutnya, apakah benar untuk mengembangkan otak perlu melalui stress dulu? Tentu tidak ya...

Nah apa yang terjadi sebenarnya?

Saya ambil contoh diatas ya; saat mau melakukan presentasi, mungkin saja untuk sebagian orang muncul perasaan takut, kuatir, merasa tidak mampu, dll., yang menyebabkan stress tersebut. Rasa yang dimunculkan oleh emosi negatif tersebut berhubungan dengan ketersediaan hormon serotonin yang menipis karena tubuh mengalami stress. 

Rasa tidak nyaman ini jika dibiarkan terus menerus akan berdampak buruk bagi kesehatan mental seseorang. Hal ini dapat menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami depresi. Menurut Barry Jacob, PHd., tekanan dan stress adalah penyebab utama dari depresi. 

Dari perspektif ilmiah belum ditemukan secara pasti hubungan kausatif antara serotonin dan depresi. Para peneliti masih sulit membuktikan apakah ketidakseimbangan serotonin menjadi penyebab depresi atau sebaliknya.

Sekarang Anda bisa mulai mengerti dampak dari stress ya...

Nah kembali ke stress, apa kira-kira tujuan stress ini muncul ya? Ada banyak kemungkinan. Dari pengalaman terapi salah satu rekan hipnoterapis, ditemukan bahwa Pikiran Bawah Sadar (PBS) sebenarnya mengirimkan sinyal kepada klien untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar dapat membawakan presentasi dengan baik juga.

Ok... tujuannya baik ya... pertanyaannya lagi,  apakah setiap orang mempunyai kemampuan yang sama untuk mengatasi stress? Bagaimana dan seberapa tingkat stress yang ringan dan singkat disebut ringan dan singkat? Kita semua pahami bahwa setiap orang memiliki tingkat ketahanan terhadap stress yang berbeda-beda, ya kan... Jadi gimana donk? Ya gak perlu stress donk...

Tadi Anda sudah mengerti bahwa stress disebabkan oleh adanya emosi negatif tertentu yang membawa seseorang kepada suatu state tertentu, dalam hal ini stress, dengan tujuan membuatnya mempersiapkan presentasi dengan baik.

Jadi dengan tujuan yang sama, Anda bisa meminta PBS Anda untuk mengingatkan perlunya persiapan yang baik tanpa membuat Anda stress.

Hal ini dapat dengan mudah dilakukan dengan melepaskan emosi-emosi negatif yang melekat terhadap suatu kejadian/ trigger. Kemudian dengan teknik tertentu kita bisa melakukan negosiasi dengan PBS untuk mencapai tujuan yang sama...

Setelah baca ini bisa mulai mengerti bagaimana pikiran bekerja.

Demikianlah kenyataannya...