Pasangan saya sedang mengikuti kelas Scientific EEG & Clinical Hypnotheraphy (SECH) dengan kurikulum 110 jam yang dibagi menjadi 3 pertemuan, di Adi W Gunawan Institute of Mind Technology (AWGI). Setelah selesai dengan kurikulum ini, ia bisa segera memperoleh sertifikasi sebagai hipnoterapis (C.Ht.) yang cakap dan handal.
Sebagai bagian dari proses pembelajaran di minggu pertama, ia perlu langsung mempraktekkan apa yang dipelajari di kelas, dengan mencari minimum 10 orang untuk dibantu mengalami relaksasi fisik dan mental yang sangat dalam dan menyenangkan.
Pada tahapan ini, ia belum boleh melakukan terapi secara spesifik; untuk terapi baru boleh dijadwalkan setelah minggu kedua dimana ia telah dilengkapi dengan kemampuan yang mumpuni.
Nah, ini yang menarik, saat pasangan saya mulai mencari klien yang bisa dibantu, ada yang langsung setuju dan segera mendapatkan keuntungan melalui sesi relaksasinya, dimana mereka bisa mulai merasa lebih tenang, nyaman dan ada beberapa yang mulai merasakan perubahan positif dalam hidupnya.
Namun ternyata ada juga yang maju mundur, ragu-ragu, dan bahkan terkesan menghindar... hal demikian sangatlah wajar dan mungkin terjadi karena satu dan lain hal. Ini disebabkan oleh maraknya pemberitaan negatif tentang hipnosis yang kemudian membangun pemahaman yang kurang tepat mengenai hipnosis secara umum, dan hipnoterapi secara khusus.
Mungkin Anda sering mendengar kalimat ini, "Wah... kemaren hampir saja saya di hipnotis". Ini adalah salah satu hal mendasar yang perlu diketahui; kata hipnosis dan kata hipnotis ternyata memiliki arti yang berbeda. Seperti saat kita menggunakan kata pianis, pianis mengacu kepada orang yang memainkan piano. Demikian juga hipnotis, kata hipnotis mengacu kepada orang yang melakukan hipnosis.
Hal lain yang menyebabkan pemahaman yang kurang tepat adalah ternyata mereka mengira bahwa pada saat dalam kondisi relaksasi (/hipnosis), mereka menjadi tidak sadar, sehingga semua rahasia bisa dikorek keluar tanpa dapat dikontrol, hmm... benarkah demikian?
Walaupun saat seseorang dalam kondisi relaksasi yang sangat dalam dan menyenangkan, mereka berada dalam kondisi kesadaran yang sangat spesifik, mereka tetap sadar sesadar-sadarnya dan masih tetap memiliki kontrol atas pikiran mereka dan bahkan masih bisa memilah informasi mana yang mau diungkapkan, juga informasi mana yang tidak mau diungkapkan.
Hipnosis bukanlah tidur, juga tidak bisa mengubah kepribadian atau bahkan mencuci otak seseorang. Kendali sepenuhnya ada dalam diri Anda.
Setelah membaca penjelasan ini, saya percaya sekarang dan seterusnya bisa mulai pahami dengan lebih baik....
Demikianlah kenyataannya.
No comments:
Post a Comment