Seorang Ibu menemui saya dengan segudang keluh kesah mengenai anaknya yang masih berumur 7 tahun. Ia merasakan akhir-akhir ini anaknya berubah, suka uring-uringan dan secara drastis sangat menurun dari aspek akademisnya.
Nilai tes dan latihan di sekolah semuanya turun dari semula berikisar di range 80-100, sekarang seringkali bertengger di range 50-60. Berbagai cara, menurut Ibu ini, sudah dicoba untuk mengembalikan nilai-nilai anaknya. Namun, hingga kini, masih saja belum berhasil dan sementara itu sekarang malah sudah mendekati masa-masa ujian tengah semester.
Saya diam untuk mendengar dengan seksama dan sambil memperhatikan bahasa tubuh Ibu ini, saya dapat merasakan kegelisahan, kebingungan, kekuatiran dan keputusasaan yang teramat sangat darinya.
Setelah Ibu ini selesai mencurahkan keluh-kesahnya, saya mulai melakukan eksplorasi terhadap pola asuh, pola bahasa/semantik yang digunakan, termasuk adanya perubahan perilaku orang tua terhadap anak.
Menurut Gary Chapman, penulis buku 'Lima Bahasa Kasih untuk Anak', seorang anak akan mengirimkan sinyal kepada orang tua bahwa mereka membutuhkan bantuan saat mereka merasa kurang/ tidak dikasihi, namun terkadang orang tua justru kurang memahami sinyal ini dan merasa tidak perlu untuk mengambil suatu tindakan perbaikan...
Lalu apa yang terjadi? Tentu saja anak akan semakin membuat 'ulah' untuk semakin berusaha memberitahu orang tua mereka. Sinyal-sinyal inilah yang sering kemudian disebut sebagai 'masalah' oleh orang tua, karena ketidakmengertian mereka. Nah... saya yakin Anda mulai mengerti, ya kan...
Percakapan saya dengan Ibu ini terus berlanjut untuk memahami apakah mungkin ada suatu kejadian/perubahan yang terjadi yang mempengaruhi si anak, dan ternyata memang ada. Belum lama ini Ibu meminta si anak yang sudah berumur 7 tahun untuk mulai tidur sendiri, disinilah dimulai 'masalah' yang diungkapkan tadi.
Hmm... mungkin Anda mulai bertanya, apa sih hubungannya? Baik, setelah saya jelaskan Anda akan dapat mulai mengerti dengan mudah. Ini adalah salah satu manifestasi perubahan konsep diri anak. Si anak merasa tidak lagi dicintai dan tidak diinginkan lagi oleh orang-tuanya, sejak itulah si anak mulai mengirimkan sinyal-sinyal yang dianggap sebagai 'masalah' oleh si Ibu.
Saya minta Ibu ini untuk mengubah beberapa pola semantik ketika berbicara dengan si Anak dan terutama memberikan pengertian kepada Anak untuk dapat memberikan pemaknaan ulang mengapa ia perlu mulai tidur sendiri, bukan karena ia tidak dicintai namun karena ia sudah semakin besar. Ayah dan Ibu masih tetap mencintainya seperti sebelumnya.
Saya kemudian memgajarkan bagaimana cara melakukan Hypnosleep dengan benar dan kemudian memberikan tugas pada Ibu ini juga untuk melakukan Hypnosleep pada si anak selama kurang lebih 2 minggu.
Demikianlah sesi selesai dan Ibu ini berjanji akan memberikan laporan kemajuan anaknya. Saya tersenyum dan mengiyakan.
Hari demi hari berlalu dan tidak sampai dua minggu, Ibu ini menghubungi saya kembali untuk melaporkan perkembangan anaknya. Kali ini saya mendengar nada suara yang sungguh berbeda dari sebelumnya, saat itu pula saya tahu semuanya sudah kembali baik adanya.
Ibu ini mengabarkan bahwa anaknya telah berubah total, kini ia kembali gembira, kadang masih sedikit uring-uringan, namun yang terlihat signifikan adalah nilai-nilai tes dan latihan di sekolah telah kembali seperti sediakala...
Saya tentunya turut senang dan gembira atas perkembangan positif ini ya, Ibu ini terus mengucapkan terima kasih kepada saya, namun saya katakan kepadanya bahwa hasil positif ini adalah berkat niat dan usaha Ibu sendiri untuk memberikan yang terbaik bagi si buah hati.
Terima kasih Ibu. Disinilah tingkat kasih Anda sebagai seorang Ibu diuji...
Demikianlah kenyataannya

No comments:
Post a Comment